Doraemon vs Dukun

Dukun Tersakti

Doraemon




Anda ingin kaya raya, sakti mandraguna atau disenangi banyak wanita? Tak usah repot-repot, lebih baik datang ke dukun. Juga, tak banyak makan waktu dan tenaga. Segala macamjanji-janji menggiurkan tersedia di sana. Begitulah isi iklan perdukunan di media massa, terutama media yang berbau mistik seperti Misteri, Supranatural, Liberty, dan Posmo.
Ada yang pasang satu halaman penuh full color, ada juga yang seperempat halaman hitam putih. Lengkap dengan harga mahar (mas kawin) yang beraneka ragam, dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah.
Sama seperti pedagang lainnya, semua dukun itu mengaku nomor satu. Tak hanya di tingkat nasional, bahkan mancanegara.
“Jasa” yang dijual juga beragam. Dari masalah pengasihan, kekayaan sampai kanuragan. Tak ada yang membatasinya, kecuali batas angan-angan sang dukun itu sendiri.
Para dukun ahli pelet menyediakan berbagai jasa layanan, baik untuk pasien heteroseksual sampai homoseksual. Mulai dari jasa memanggil jodoh dalam tempo singkat, memelihara hubungan suami isteri, sampai untuk menghancurkan ikatan cinta yang telah terbangun. Baik dalam bentuk ramuan-ramuan ghaib sampai pemasangan susuk.
Sugeng Hariyadi misalnya, dukun yang mengaku sebagai ‘Paranormal Terkenal Indonesia dan Mancanegara’. Ia berjanji dapat mempermudah jodoh. Bahkan mampu mendatangkan jodoh yang melintas dalam benak pasiennya sekalipun.
Sedang Suhu Acai mengaku mampu membuat orang rindu dan kasmaran, juga mampu merubah rasa benci jadi rasa cinta. “Ini bukan sensasi. Dalam urusan pelet memelet hanya satu dari 20 orang pasien kami yang gagal,” ucap dukun yang menyebut dirinya ‘Si Raja Pelet’ itu.
Dan terbukti laris manis, banyak orang percaya. Begitu banyak permintaan mengalir. Sampai-sampai, kalau ingin berkonsultasi dengannya harus buat janji tiga hari sebelumnya, via telepon genggam.
Lain lagi dengan Perguruan Padhma Jati, sebuah perguruan yang tak diketahui letaknya. Dengan ‘Aji Padhma Tresna’, maka yang ditaksir pasti katut, yang
binal pasti nurut, suami/isteri berpaling pasti kembali. “…hanya butuh waktu empat hari orang yang Anda inginkan akan jatuh ke pelukan Anda,” ujar iklan separuh halaman itu di majalah Misteri.
Jika para paranormal di atas hanya bicara seputar pelet untuk “pasien” heteroseksual serta bagaimana membangun cinta kasih. Maka Ki Edan Amongrogo menawarkan paket eksklusif bagi para homoseks yang gagal dalam membina cinta. Namanya paket ‘Asmara Bondan’. Sebuah paket khusus untuk kaum waria, homo dan lesbi agar hasrat cinta semakin lancar dan ikatan makin kuat.
Ia yang menjuluki dirinya ‘Manusia Petualang Dunia wingit (Angker)’ ini, juga menawarkan paket ‘Totok Kerot’. Sebuah paket mistik yang dapat memutuskan atau menceraikan hubungan cinta sekuat apa pun, tanpa sebab yang jelas. Jadi, bagi mereka yang tak suka dengan sepasang suami isteri tertentu, tak usah khawatir. Pasti ada jalan keluarnya. “Tanpa susuk neko-neko! (macam-macam),” begitu bunyi iklan sang dukun.
Ki Romo Kalam Ingsun lain lagi. “Tanpa pantangan dan satu-satunya yang sanggup memberikan garansi,” kata dukun yang menyebut dirinya ‘Si Raja Susuk Bergaransi’ itu berpromosi. Produk kebanggannya bernama Susuk Kamasutra. Garansi 7 hari uang kembali, tegas iklan itu lagi. Yang penting bayar dulu Rp 150.000,- ke rekening di Bank BNI cabang Jakarta.
Bagi yang bosan miskin dan ingin cepat kaya, Lembaga Pengajaran Ilmu Rohaniyah di Yogyakarta punya janji menarik. Uang Asma’ nama ajian itu. Katanya, ia mampu memanggil uang secara ghaib menuju diri Anda, terbebas dari masalah keuangan dan hutang-hutang lunas. Semuanya melalui ‘khodim (jin) khusus pemanggil uang’. Mas kawinnya murah hanya Rp 78.000,- saja, tak usah sekolah tinggi-tinggi atau jungkir balik berdagang.
Bahkan seorang dukun lainnya, Ki Joko Bodo, menawarkan jasa ‘Tuyul’ supaya cepat kaya. “Ribuan jin dimanfaatkan untuk mempercepat keberhasilan Anda !” bunyi iklannya di majalah Misteri.
Untuk yang ingin sakti mandraguna, ada jalan pintas. R. Wardhono, dukun asal Yogyakarta menawarkan banyak paket ilmu kebal. Mulai yang berkekuatan hanya 9 jin sampai yang berkekuatan 9.999 jin. Tentunya semakin banyak jin semakin ampuh, tapi juga makin mahal harganya.
“Tak perlu ritual dan tirakat yang aneh-aneh, dan bisa langsung digunakan,” bunyi iklannya. Anda akan kebal dibacok, ditebas, disayat, diiris dan kebal dipukul baik oleh tangan maupun senjata tajam.
Kalau tak ingin jauh-jauh belajar ke daerah, bisa belajar dari jarak jauh. Abdurrahman, dukun asal Palembang, menyediakan macam-macam paket kesaktian. Seperti bisa menghilang, sukma bisa meninggalkan jasad, melihat jin dan banyak lagi. Murah mas kawinnya, paling mahal hanya Rp 38.000,-. “Insya Allah Anda pasti berhasil”, begitu bunyi iklannya.
Ada lagi yang menawarkan all in one, meliputi ilmu pengasihan, penarik jodoh, berwibawa, penglaris, perisai diri, perisai rumah sampai kebahagiaan seks. Cukup dengan membeli ‘Banyu Ghaib’, Anda pasti super hebat.
Semua janji-janji iklan perdukunan itu mengingatkan kita pada film anak-anak ‘Doraemon’. Yang diputar setiap Minggu pagi di RCTI. Kisah seekor kucing ajaib
yang dapat mengabulkan apa saja permintaan sahabatnya, Nobita.
Jika Nobita berangan ingin terbang, maka diberikan ‘Baling-baling Bambu’. Jika Nobita ingin pindah ke masa lalu atau masa depan, maka Doraemon dengan senang
hati memberikan ‘Pintu Ajaib’. Demikian seterusnya.
Tak heran jika Nobita selalu bersenandung, ‘aku ingin begini…, aku ingin begitu…’. Karena seluruh angan-angannya senantiasa dikabulkan oleh Tuhannya, Doraemon.
Dengan bunyi yang tak jauh berbeda, Lembaga Karomah Yogyakarta Indonesia beriklan, “Kami siap menerima pesanan semua bentuk azimah dan pegangan sesuai dengan keinginan Anda.”
Hanya bedanya para dukun itu tidaklah setulus Doraemon terhadap Nobita. Mereka selalu minta syarat, berupa maskawin dalam bentuk uang serta syarat-syarat lainnya. Mulai dari tiga helai rambut, kuku jari manis tangan kanan, kuku jari jempol tangan kanan atau kiri, nama ibu kandung, ayam hitam dan banyak lagi. Mana yang lebih baik dan tulus, Doraemon atau Dukun??? Anda yang menilainya..

sumber  Jawaban(dot)com
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 Response to "Doraemon vs Dukun"

Post a Comment