Pikiran MeLahirkan Mindset (Ibrahim ELfiky)

Mindset
Tulisan Ibrahim Elfiky

Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata,


''Ketika bangun pagi, aku merasa sangat lelah. Agar bisa segar, aku harus minum secangkir kopi.''

''Sehabis makan, enaknya merokok, kalau ga merokok terasa ada yang kurang''

Atau yang lain berkata, ''Di bulan juli hidung dan tenggorokanku selalu sensitif dan berlangsung sepanjang musim panas''

''Tiap kali mendengar Lagu Dont Cry perasaanku jadi sedih''

Sayang sekali, banyak orang tidak tahu bahwa dengan menggunakan kalimat seperti di atas, mereka telah membentuk mindset atau pola pikir negatif. SeteLah terbentuk, mindset ini tersimpan dalam akal bawah sadar serta menumbuhkan perasaan dan persepsi negatif.

Yang dimaksud dengan mindset disini adalah sering memikirkan sesuatu dan menggambarkan bahwa ''pengalaman tertentu memiliki efek tertentu''. Orang yang merasa pusing ketika bangun tidur di pagi hari, itu karena ia selalu berpikir dan membuat gambaran internal tentang kepusingannya itu. Akibatnya, pikiran dan gambaran internal itu benar-benar membuat ia merasa pusing setiap kali bangun pagi.

Saya (Ibrahim ELfiky) teringat ketika saya memberikan ceramah tentang filosofi keberhasilan di hotel HiLton, Louisiana, AS. Ada orang yang berusia empat puLuhan tahun datang mendekati saya. Saat itu terlihat jeLas ia menderita influenza.
Ia berkata, ''Wahai doktor, setiap tahun pada bulan Agustus aku terserang infLuenza akut sepanjang bulan''.
Saya bertanya, ''Sejak kapan Anda menderita seperti ini?''
Ia menjawab, ''Sudah lebih dari sepuluh tahun''.
Saya bertanya lagi, ''Sebelum itu, apa kesehatan Anda prima?''
Ia meng-iya-kan. Saya tanya lagi, ''Apa Anda masih ingat bagaimana infLuenza menyerang Anda?''
Ia biLang, ''Tidak, biasanya ketika aku berkeringat karena cuaca kering dan diterpa hawa dingin. Saya-pun pasti terserang infLuenza''.

 Mari kita kaji ucapan (persepsi) orang ini

1. Setiap tahun (dengan kalimat ini, ia memastikan waktu yang berkelanjutan).
2. Pada bulan Agustus (dengan kaLimat ini, ia memastikan waktu datangnya infLuenza. Kepastian ini terus terjadi setiap tahun).
3. Terserang infLuenza (dengan kalimat ini, ia memastikan jenis penyakit yang menyerangnya. Maka, penyakit itu jadi terikat dengan bulan dan waktu).
4. Ketika aku berkeringat karena cuaca kering dan diterpa hawa dingin (dengan kalimat ini, ia memastikan sebab dan akibatnya).
5. Saya-pun pasti terserang infLuenza (dengan kalimat ini, ia memastikan akibat dan kenyataan yang ia hadapi setiap tahun).

Yang diungkapkan orang ini adalah sesuatu yang selalu ia pikirkan dan dihubungkan dengan waktu dan tempat, kemudian diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi hingga benar-benar terjadi dan bisa ditunggu setiap tahun pada waktu yang sama. Inilah yang disebut ''Mindset'' atau pola pikir.

Sejatinya, dalam setiap aspek kehidupan dan perilaku kita ada mindset. Di setiap ruang dan waktu kita tak bisa lepas dari mindset. Kita punya mindset tidur yang dipakai ketika harus memutuskan apakah kita akan tidur atau tetap begadang. Selain itu, kita punya mindset bergaul dengan orang lain, baik kerabat, teman atau orang yang beLum kita kenal. Kita juga punya mindset makan dan menyantap makanan. Ada orang yang makan dengan cepat, ada pula yang lambat. Ada yang makan ketika benar-benar lapar, ada pula yang makan meski tidaklapar.

Definisi Mindset (pola pikir)

Mindset adalah sekumpulan pikiran yang terjadi berkali-kali di berbagai tempat dan waktu serta diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi sehingga menjadi kenyataan yang dapat dipastikan disetiap tempat dan waktu yang sama.


Dikutip dari buku Terapi Berpikir Positif karya almarhum Dr. Ibrahim ELfiky dengan sedikit perubahan.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 Response to "Pikiran MeLahirkan Mindset (Ibrahim ELfiky)"

Post a Comment