Backlink, Karunia Atau Bencana ?

Backlink, Karunia Atau Bencana ?

Salah satu upaya untuk menaikkan rank suatu Website atau halaman Website adalah dengan membangun Link dari Website lain menuju ke Website kita, inilah konsep dari “Backlink”.
Logikanya sederhana, yaitu jika suatu Website atau suatu halaman Website direkomendasikan oleh Website lain, apalagi jika Website yang memberikan rekomendasi (Link) ini adalah Web bermutu dengan Page Rank yang tinggi, maka Website atau halaman Website yang direkomendasikan ini akan dianggap bermutu juga oleh Search Engine, misal : Google, sehingga Rank dari Website atau halaman Website ini berpotensi untuk naik Rank pula.
Backlink


Dengan prinsip sederhana ini, di masa silam para pemilik Website berlomba-lomba untuk memperbanyak “Backlink” di puluhan Website bahkan mungkin ribuan Website. Selanjutnya bahkan muncul layanan-layanan berbayar untuk memasang “Backlink” di berbagai Website dengan Page Rank tinggi (PR 5 – 9).
Celakanya, Google sebagai mesin pencari atau penyedia informasi terhebat saat ini terus menerus melakukan perbaikan sistem, dengan merubah algoritma dari waktu ke waktu, termasuk diantaranya mendeteksi kasus-kasus yang mengandung unsur manipulatif di seputar “Backlink” ini. Algoritma Google dengan kemampuan Artificial Intellegence semakin mendekati kemampuan manusia dalam menilai kualitas suatu Website.
Google tampaknya dapat mendeteksi berbagai “Backlink” berkualitas buruk, antara lain “Backlink” yang berasal dari Website dengan konten terlarang, atau mengandung Anchor Text terlarang, bahkan “Backlink” yang berasal dari Website dengan PR tinggi tetapi diperoleh dengan cara membayar. Untuk Website yang memiliki “Backlink” semacam ini maka Google akan melakukan downgrade. Oleh karena itu ketika Google merilis algotitma baru yang dikenal dengan nama Google Panda, sangat banyak Website dengan PR tinggi berguguran, bahkan salah satu Website milik penulis dengan PR 3, langsung downgrade ke PR 0, dimana setelah dianalisa secara seksama hal ini kemungkinan terjadi karena adanya belasan ribu “Backlink” yang tidak bermutu yang disebabkan oleh promosi otomatis dari salah satu layanan Webhosting yang dipergunakan oleh penulis saat itu.

Lalu bagaimana kita dapat mengontrol Backlink ?
Pertanyaan yang bagus, karena kita tentu tidak dapat mengendalikan setiap pihak yang mungkin sengaja menaruh Link mengarah ke Website kita. Lalu mengapa pula kita yang menanggung resiko ? Tampaknya Google tidak memperdulikan hal ini, alias setiap pemilik Website mulai saat ini dianggap bertanggung-jawab atas munculnya “Backlink” ini, suka atau tidak suka !

Bagaimana jika kita menemukan adanya “Backlink” yang berasal dari Website yang buruk ?
Untungnya Google masih memberikan solusi, yaitu dengan memberikan fasilitas sehingga kita dapat melaporkan tentang adanya “Backlink” yang tidak kita inginkan. Fasilitas ini dikenal dengan nama “Disavow Links” dan terdapat di Google Webmaster Tools. Hanya saja konon fasilitas ini harus dipergunakan secara hati-hati dan tidak terlalu sering, artinya sebaiknya hanya diterapkan ke “Backlink” yang benar-benar buruk.

***

Pada hari ini, seorang Webmaster harus benar-benar meluangkan waktu untuk secara rutin memeriksa aneka “Backlink” yang ada, jika lengah tidak mustahil Website akan mengalami downgrade.
Jangan pernah lagi terpikat dengan penawaran “Backlink” dari Website dengan PR tinggi, walaupun mereka ini memiliki ekstension .EDU bahkan .GOV, lebih baik teliti dahulu dengan seksama. Masih banyak cara membangun “Backlink” dengan aman dan benar.


Jangan biarkan “Backlink” menjadi bencana ……..
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

4 Responses to "Backlink, Karunia Atau Bencana ?"

  1. lantas nyari backlink yg berkualitas gmna ya o.O

    ReplyDelete
    Replies
    1. dari situs website atau blog yang memiliki kesamaan niche

      Delete