Efek Makan Daging : Dari Sudut Esoterism

Beberapa orang merasa keren foto dengan menduduki binatang kurban, merasa sangat keren sampai harus di upload di Facebook.

Beberapa merasa keren telah berhasil membunuh sapi kurban, foto kepalanya di upload di Facebook dengan gaya tangan di leher layaknya pembunuh bayaran.

Mereka tidak tahu satu-satunya alasan yang membuat kita diijinkan untuk membunuh binatang kurban adalah karena kita mempersembahkan binatang kurban kita pada Allah, kita akan memakan binatang tersebut, dan kita akan membagikannya ke beberapa orang yang dalam setahun tak pernah makan daging sama sekali.

Tingkah laku orang-orang seperti itu barbar, tapi jika ditanya, mereka ngaku Islam.
 

Padahal di Islam, membunuh binatang ternak karena alasan apapun selain dimakan dan alasan lain yang diperbolehkan itu DILARANG.

Padahal di Islam, menyakiti, membidik (untuk olahraga atau fun), mengadu binatang, bahkan mengambil anak burung sehingga ibu burung sedih itu DILARANG.


Padahal di Islam, memberi minum anjing yang kehausan itu penghapus dosa berat, dan memberi cap kepemilikan (dengan bara panas) itu menjadi alasan si pemilik ternak masuk neraka.


Padahal di Islam, membunuh hewan ternak dengan mencekik, memukul, menyengat dengan listrik, dan banyak lagi yang membuat si ternak merasa sakit atau menderita saat kematiannya adalah DILARANG.


Beberapa teman saya yang mengatakan dirinya Islam sebenarnya tidak tahu apapun tentang agamanya sendiri.
 

Islam menghormati hewan seperti seharusnya kita menghormati manusia.

Satu-satunya yang menjadi izin kita membunuh hewan ternak adalah karena kita ucapkan nama Allah ketika melakukannya dan kita akan memakan dagingnya untuk kelangsungan hidup kita.


Untuk teman-temanku yang non-muslim, tolong jangan jadikan saudara saya yang kurang mengerti itu stereotype atas Islam.


 Mengamati fenomena Lebaran Qurban kemarin dimana banyaknya binatang qurban yang halal disembelih untuk diambil dagingnya, banyak yang bersuka cita dihari tersebut, baik tua, muda, kaya ataupun belum, mereka sama-sama menikmati daging gratis yang kadang hanya sekali tiap tahun makan daging sapi, kambing ataupun kerbau (yang umum di indonesia).

Seperti yang kita ketahui, mengonsumsi daging yang berasal dari binatang bernyawa membutuhkan proses yang disebut ''membunuh''.

 Hewan yang dibunuh akan mengalami kesakitan yang tak bisa dibayangkan jika itu terjadi pada manusia, dimana rasa sakit itu berpengaruh pada energi negatif alam. 

Hewan Qurban

Selain itu segala bentuk jaringan binatang yang disembelih mengandung energi dari binatang tersebut.

Energi ini akan berpengaruh buruk pada tubuh dan tingkat emosional mereka yang mengonsumsinya secara berlebih.
Akibatnya orang akan mudah marah (akibat energi negatif dari tindakan membunuh) dan mudah terkena penyakit yang berhubungan dengan tekanan darah.

Sepintas mungkin terasa aneh, namun hasil penelitian membuktikan bahwa jika dibandingkan dengan para Vegan (vegetarian), mereka yang mengonsumsi daging lebih mudah terpancing emosinya dan lebih rentan terhadap penyakit  degeneratif berat.

Secara tak langsung mereka membayar karmanya atas perbuatannya pada binatang.

Mengapa para vegetarian tak menerima karma yang sama, bukankah Tumbuhan juga makhluk hidup?
Benar.
Namun tingkat kesakitan yang dihasilkan selama proses menyiapkan tumbuhan sebagai makanan berbeda dengan mendapatkan daging.

Contoh kita memakan buah mangga, kita hanya memetik buahnya saja tanpa perlu membunuh pohonnya, begitupun tumbuhan lainnya.

Tumbuhan memiliki indera yang kurang dari 3 jenis, maka mengambilnya sebagai makanan tak mengakibatkan karma buruk yang besar, karena rasa sakit yang ditimbulkan juga tak besar.

Tak diragukan lagi jika mengonsumsi banyak daging dapat memicu stress yang tinggi, karena sulitnya pengendalian emosi yang berdampak pada hipertensi.

Hal ini disebabkan kebanyakan hewan ternak dibesarkan secara paksa (contoh ; ayam potong agar cepat besar diberi obat yang bertujuan pada umur 40 hari siap dikonsumsi).

Pemaksaan ini menimbulkan siksaan bagi binatang ternak tersebut yang berdampak pula bagi mereka yang memakannya.

Dengan demikian manusia membayar setiap penyiksaan yang dilakukannya terhadap makhluk hidup lainnya. Sesuai peribahasa yang mengatakan
"Mata berbalas mata, Gigi berbalas gigi, maka kesakitan akan menghasilkan kesakitan yang lain"

Jenis Pisau
Benda penuh dengan energi negatif



Itulah sebabnya mengapa kita diwajibkan membaca doa sebelum menyembelih, menurut kepercayaan sufisme, binatang memahami doa-doa yang ditujukan kepada Allah, dimana maksud berdoa itu agar binatang merasa ikhlas sebagai Qurban bagi manusia.

Energi ikhlas ini yang menimalisir efek negatif dikemudian hari.
Dalam terjemahan hadist, pengikut Rasul bertanya kepadanya,
"Apakah ada imbalan untuk mereka yang melakukan hal baik kepada hewan, dan memberikan mereka minum?"
Nabi Muhammad menjawab,  "Ada pahala dalam menolong hewan".

Dalam Al-Qur'an terdapat larangan memakan daging binatang yang mati ataupun darah binatang, juga adanya larangan memakan daging dari binatang yang disembelih tanpa Bismillah.

Ali bin Abi Thalib pernah menasihati muridnya
"Jangan jadikan perut kalian sebagai kuburan binatang"
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

2 Responses to "Efek Makan Daging : Dari Sudut Esoterism"

  1. haha..tu kepala kebo masih demen ngerokok

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu ide temenku Mba, katanya pose anti mainstream,

      Delete